Sekian lama menunggu, sekian lama berharap, bukan demi menemukan jalan pulang, bukan pula demi menukar rasa takut dengan kenyamanan, melainkan agar dapat merasa hidup kembali, seutuhnya. Namun penantian itu justru menjelma menjadi masalah besar, bersembunyi di balik pertanyaan eksistensial yang tak kunjung reda di dalam dirinya.
Kali ini, ia sendiri yang memilih, tepat sebelum paksaan itu datang untuk menghancurkan seluruh kehidupan.
Meski pada akhirnya, ia hanya datang sebagai kehadiran yang singkat. Tetapi apa arti hadir sesaat, jika di baliknya tumbuh warisan tanya, yang mungkin hanya dapat dijawab oleh mereka yang berani untuk pergi.
Dan di antara denyut benak dan getar nurani yang kerap bertentangan, tidakkah kita sadar, justru di sanalah mereka saling merangkul untuk tetap hidup?
Mungkin, hidup yang utuh bukan soal kembali, pergi, ataupun tinggal, melainkan meninggalkan jejak di antara yang pergi dan ditinggalkan. Meninggalkan sesuatu yang berarti, meski dengan kehadiran yang singkat.
Tüm hakları saklıdır