We are Never Truly Strangers

We are Never Truly Strangers

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 23, 2025
Setelah pindah dari hiruk-pikuk kota Jakarta ke kota budaya Yogyakarta, Liora Navasya Adiwangsa tak menyangka langkah barunya di SMA Negeri 1 Bhayangkara akan membawanya ke dalam pusaran cinta, luka lama, dan janji yang belum selesai. Bersama saudara kembarnya, Leonel, ia mencoba beradaptasi di sekolah baru dan tanpa ia duga, pertemuan dengan dua sosok berbeda mengubah segalanya. Namun, di balik dua dunia yang mulai bersilangan, tersimpan luka lama: Tama dan Raka dulu sahabat, kini bahkan tak saling sapa. Ketika Liora terjebak di antara mereka, ia tak hanya harus memilih siapa yang membuatnya nyaman, tapi juga berdamai dengan luka yang tidak ia buat. "Dia pergi karena dia Raka. Dan Raka nggak pernah bisa diem kalau ada orang yang dia sayang dalam bahaya." "Dia rumah. Dan aku cuma orang yang belajar ngerawat rumah itu, bukan menguasainya." -Tama Wibisana "We are Never Truly Strangers" adalah kisah tentang mencintai dengan jujur, kehilangan yang mengajarkan arti hidup, dan janji yang tetap tinggal meski tak pernah selesai. Di bawah langit Jogja yang tenang, tiga hati belajar bahwa rumah bukan selalu tempat, tapi orang yang tak pernah pergi.
All Rights Reserved
#38
tama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines