mine, amora

mine, amora

  • WpView
    Reads 76,922
  • WpVote
    Votes 459
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 30, 2025
"Kamu sadar nggak sih? Lubang kamu itu tempat paling nyaman buat Mas. Sekalipun dunia lagi dalam bahaya juga-Mas ogah keluar sebelum tumpah di dalem kamu." Itu adalah kalimat yang selalu membuat Amora merinding saat mengingat nya, ahh~ sialan kenapa hidupnya selalu apes. 🍒🍒🍒🍒 ♦ jangan di plagiat lah anjj! Lo pikir nyari ide itu gampang hah?
All Rights Reserved
#563
1821
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Hah!Dukun?
  • Sukma Lara
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • TUMBAL PESANTREN

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines