Senandung Bonjol

Senandung Bonjol

  • WpView
    Reads 345
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 20, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Rayan telah menunggu Nazira selama setengah jam, agar Nazira datang, dia ingin sekali melihat Nazira yang sudah lama tidak bisa ia tatap itu, dikarenakan Nazira menyelesaikan kuliahnya di Kota Berlin, sedangkan Rayan telah menjadi penulis terkenal seantero raya. Memori lalu kembali timbul, mengenang kisah cinta pertama Rayan dan Nazira, pada masa SMA. Masa pertama kali Rayan bertemu dengan Nazira pada saat ospek siswa baru dan mereka satu kelompok, dari situlah timbul benih-benih cinta ketika melihat Nazira, perempuan cantik, putih, dan senyumnya sangat manis sekali. Beberapa hari setelah pertemuan itu, pesawat yang akan membawa Rayan ke Jakarta, tergelincir dan Rayan mengalami geger otak yang sangat hebat, di rawat di rumah sakit beberapa lama. Setelah itu, Rayan berbicara kepada Zul, membujuk Zul untuk menikahi Nazira, sebab Rayan merasa hidupnya tidak akan lama lagi. Terjadilah pernikahan itu dan disaksikan oleh Rayan yang duduk di kursi roda, setelah ijab qabul, Rayan pergi untuk selamanya. Seperti apa kisah mereka, yuk silahkan baca!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines