Cinta Terhalang Gender<Gensop>

Cinta Terhalang Gender<Gensop>

  • WpView
    Reads 2,690
  • WpVote
    Votes 190
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 2, 2026
Akhazihan Gentar Havizan seseorang yang mencintai seorang pemuda bernama Artaga Sopan Martama, tapi Sopan sudah memiliki sepasang kekasih bernama Kaia, apalagi Keluarga Sopan yang sangat homopobic itu. Dirinya bingung, apakah dirinya harus menunggu Sopan hingga putus dengan Kaia atau dirinya bisa langsung menculik Sopan dan membawa nya ke negara lain- ok itu terlalu berlebihan. Tapi apa yang bisa dia lakukan sekarang? Penasaran dengan cerita si jamet dan si sopan santun? Simak cerita nya dari Author yang malas dan tidak rajin update ini Warning! -Yaoi -Yuri -18+ -kata-kata kasar -aku hanya minjem karakter Boboiboy dari Monsta -Minor? No no -Kalian boleh mengcopy cerita saya asalkan kalian memberi tanda bahwa kalian terinspirasi dari saya dan mencantumkan nama saya di cerita anda ©Monsta
(CC) Attrib. NonCommercial
#2
gensop
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Chana's Transmigrasi
  • Drama di Pintu Kosan
  • REGAN's Crazy Wife
  • Mission
  • Change The Plot (Niel)
  • BACKSTREET
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines