The Art Of Murder

The Art Of Murder

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 11, 2025
Jakarta, 2004. Sebuah malam yang lembap di perkampungan kumuh menjadi saksi bisu awal tragedi. Dari meja judi remi yang penuh intrik hingga lorong kosan yang pengap, "The Art of Murder" mengajakmu menyelami sisi gelap kota yang tak pernah tidur. Ketika jasad Bayu, seorang pemuda kantoran, ditemukan tak bernyawa di kamarnya yang terkunci rapat, semua bukti mengarah pada satu nama: Rendi. Ponsel korban, surat kendaraan, botol sianida, bahkan kunci kamar Bayu-semuanya ditemukan di tangan Rendi. Bagi polisi dan publik, kasus ini tuntas. Namun, Inspektur Kasminto-seorang penyidik idealis yang terbiasa berurusan dengan bayang-bayang kebenaran yang samar-melihat ada yang janggal. Terlalu rapi. Terlalu mudah. Dengan bantuan rekannya, Dimas. Mereka mulai menyingkap tabir di balik kematian yang seolah sempurna ini. Jejak puntung rokok di kamar korban yang tak merokok , memar aneh di tubuhnya, dan kesaksian yang terlalu lancar menguak pertanyaan demi pertanyaan:
All Rights Reserved
#672
police
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Romo, barong mu lepas lagi!
  • Sang pewaris ( End )
  • Lyorend   [ ON GOING ]
  • The Secret of Queenza
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • who i am?
  • Crazy Obsession
  • The Rules!
  • Respice Me
  • 505

Di Wringintama, orang-orang percaya bahwa barong bukan sekadar kesenian. Ia hidup. Gestara Laksamana-atau yang lebih sering dipanggil Gesta-tidak pernah berniat tinggal lama di kota pinggiran itu. Namun sejak kepindahannya, hal-hal aneh mulai terjadi di sekelilingnya. Suara gamelan terdengar setiap tengah malam, hujan selalu turun saat ia melintasi padepokan tua, dan seseorang... atau sesuatu... terus memanggilnya dengan sebutan "biyung." Semua bermula ketika Gesta bertemu Jairo Bausastra, pewaris Padepokan Singo Wlaras sekaligus Romo penjaga roh barong bernama Pasupati. Jairo dikenal tenang, dingin, dan terlalu dihormati warga. Sementara Pasupati adalah kebalikannya-roh barong tengil yang suka berkeliaran di atap rumah, mengganggu warga, dan membuat satu kota ketakutan. Anehnya, makhluk itu justru lengket pada Gesta. Sejak pertemuan pertama mereka, Pasupati menganggap Gesta sebagai biyungnya-pasangan spiritual yang dipilih langsung oleh adat kuno Wringintama. Sebuah ikatan yang tidak bisa ditolak, apalagi diputus. Masalahnya, Gesta tidak percaya tradisi aneh itu. Ia hanya ingin hidup normal. Tetapi semakin ia mencoba menjauh, semakin kuat Pasupati mengikutinya. Dan ketika rahasia lama tentang ritual "Nyanjang Barong" mulai terungkap, Gesta menyadari satu hal: Yang selama ini mengikat dirinya dengan Jairo bukan sekadar adat. Melainkan segel untuk menahan sesuatu yang jauh lebih mengerikan daripada roh barong itu sendiri. π—ͺ𝗔π—₯π—‘π—œπ—‘π—š!! π——π—œπ—Ÿπ—”π—₯π—”π—‘π—š π— π—˜π—Ÿπ—”π—žπ—¨π—žπ—”π—‘ π—¦π—˜π—šπ—”π—Ÿπ—” π—›π—”π—Ÿ π—¬π—”π—‘π—š π—•π—˜π—₯π—¦π—”π—‘π—šπ—žπ—¨π—§π—”π—‘ π——π—˜π—‘π—šπ—”π—‘ π—£π—Ÿπ—”π—šπ—œπ—”π—₯π—œπ—¦π— π—˜!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines