Sepuluh tahun telah berlalu sejak Enji, suami Citra, meninggal mendadak dalam sebuah kecelakaan, tak lama setelah pertengkaran terakhir mereka. Bagi Citra, waktu seolah terhenti. Ia terperosok dalam jurang duka yang tak berkesudahan, membiarkan kehidupannya di tengah hiruk pikuk Jakarta berantakan. Kariernya stagnan, kesehatannya memburuk, dan jiwanya terasa mati, seolah ia hidup dalam senja abadi tanpa kehadiran Enji.
Pada titik nadir keputusasaan, ketika Citra berupaya mengakhiri segalanya dengan sebotol penuh pil, ia terjatuh dalam kegelapan. Namun, saat kesadarannya kembali, sebuah kehadiran muncul di sampingnya: Enji.
All Rights Reserved