Embrace the Chord

Embrace the Chord

  • WpView
    Reads 159
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Tue, Jul 29, 2025
Di balik gemerlap panggung musik dan riuhnya sorotan media, dua pria-seorang pianis yang kembali dari keterpurukan dan seorang komposer jenius dengan masa lalu kelam-bertemu dan menyatu dalam satu melodi. Zhang Zhehan, pianis berbakat yang sempat vakum karena skandal masa lalu, menemukan kembali semangatnya lewat tangan dan hati Gong Jun, komposer eksentrik yang menyembunyikan luka di balik karya agungnya. Cinta mereka lahir dari denting nada, namun harus diuji oleh tekanan industri, luka lama, dan sorotan publik yang tak kenal ampun. Mampukah dua hati yang rapuh menciptakan simfoni yang abadi? Ataukah mereka akan hancur sebelum lagu mereka selesai? 📖 Cerita ini penuh dialog emosional, dinamika mendalam, dan alur lambat yang menyayat-membawa pembaca menyelami perjuangan cinta, musik, dan keberanian untuk berdiri melawan dunia. > "Karena cinta bukan hanya tentang melodi yang indah, tapi keberanian untuk terus bermain... bahkan saat dunia memilih diam."
All Rights Reserved
#10
renjialun
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain Mother
  • Almost Married (END)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines