Tragic Ending

Tragic Ending

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jul 28, 2025
Gadis dengan rambut panjanganya sedang terduduk manis di atap cafe. Mendongak, menatap indahnya langit malam sesekali ia buang nafas tuk mengatur emosionalnya. Banyak sekali pertanyan di benak nya yang selalu membuatnya terganggu. " kenapa takdir membawaku kemari? " " kenapa tuhan tak membawaku pulang ke rumahnya, justru menaruhku ke dunia entah berantah ini ". Dengan senyum tulus namun menyimpan beribu lara. Entah lah aku harus bersyukur atau meratapi nasib. Di tempat ini aku punya keluarga yang utuh walaupun tidak harmonis, setidaknya bukan keluarga yang berantakan sama halnya di kehidupanku dulu. Menemukan dan merasakan cinta, sekalipun aku sendiri tak nyakin "apakah dia juga mencintaiku? ". Dan semua itu aku nyakin kan pada takdir ingin membawaku ke mana, asal kan kisahku tak berakhir tragis saja, sudah lebih dari cukup. ⚠️ warning ○ini hanya fiksi ○ ini hanya visual tidak ada sangkutannya dengan kehidupan nyata visual. ○abaikan TYPO,jika ingin mengingatkan harap dengan bahasa yang sopan. ○ komen like follow akun ini sangat berguna bagi author #1 fanfiction #1 mafia #1sed #1fantasi #1pernikahan #1 🔞 ○ini hanya fiksi ○ ini hanya visual tidak ada sangkutannya dengan kehidupan nyata visual. ○abaikan TYPO,jika ingin mengingatkan harap dengan bahasa yang sopan. ○ komen like follow akun ini sangat berguna bagi author #1 fanfiction #1 mafia #1sed #1fantasi #1pernikahan #1 🔞
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Story Of Janeta 2
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • The Time

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines