Silas Ashveldt-pemuda pendiam dari Duskmere Hollow yang sejak lahir menyembunyikan mata merahnya dengan ramuan-dipaksa keluar dari persembunyian ketika Baron Veymar menyerang dan rahasianya pecah- ia adalah darah terakhir cinta terlarang antara kesatria kerajaan dan penguasa Kegelapan. Saat pedang terkutuk Nocthrae "memilih" tangannya dan petir merahnya membelah makhluk immortal di ujian Akademi Solheim, dunia cahaya mulai berbisik bahwa pewaris kegelapan belum punah. Taruhannya bukan sekadar nasib Silas, melainkan masa depan kerajaan bayangan dalam darahnya menjadi titik masa depan bagi senja abadi yang bisa menelan Solmareth. Di gubuk kecil Ibunya dengan suara lirih mengatakan padanya, "Kau bukan kutukan... kau anakku," Sedangkan seorang penyihir gila- Malrik Duskbane memperingatkan, "Badai di dalammu akan meledak. Pilihlah jadi cahaya atau jadi petir yang membakar segalanya." Di tengah sorak yang berubah jadi curiga, musuh pertama menuding- Baron Veymar, "Matamu... kau keturunan mereka!" "Jika pedang ini butuh darah, biar darah musuhku yang meneguknya." - Silas Ashveldt Saat jejak masa lalu menuntun pada kebenaran siapa ayahnya dan alasan Nocthrae tunduk, Silas harus memilih-menjadi penjaga fajar yang membayar gelap dengan dirinya sendiri, atau raja bayangan baru yang menagih dunia atas dosa-dosa lamanya.
Plus d’Infos