Almost Fine (or pain?)

Almost Fine (or pain?)

  • WpView
    Reads 50
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 23, 2026
Menjadi Reinette Elenora Hanasta adalah impian banyak orang. Hidupnya sempurna, hidupnya tak bercela. Setidaknya, begitu yang terlihat. Mereka tidak tahu, marga "Elenorr" yang terselip dalam namanya bagaikan tali yang menjerat dirinya. Rahasia terbesar keluarga Elenorr terkunci rapat di balik kemegahan reputasi mereka. Dan Reinette dituntut untuk membayar harga dari semua kebohongan itu dengan kewarasannya. Di balik dinding kastel yang dingin dan senyuman yang terlatih, Reinette hanyalah seorang gadis yang hancur. Satu suara pintu yang tertutup sudah cukup untuk meruntuhkan seluruh pertahanan jiwanya, membawanya kembali pada trauma masa kecil yang tak pernah sembuh. Reinette dipaksa memilih, bertahan menjadi boneka yang bisa dimainkan seenaknya, atau dibuang sebagai barang rusak yang menjijikan? Reinette memilih bertahan. Demi adiknya. Ia biarkan dirinya hancur perlahan dari dalam, ia biarkan dirinya tenggelam. Sebab di balik kata "aku baik-baik saja", ada luka yang menjerit minta diselamatkan. Sampai seorang lelaki datang dengan uluran tangan. Membawa harapan, membawa kembali senyuman yang hilang, mewarnai kanvas yang sudah mulai usang. Ia mempunyai sosok kakak yang ia impikan, yang menolak membiarkan adiknya hancur sendirian. Bagaimana Reinette menjalani kehidupan yang sebenarnya? Apakah benar kehidupan Reinette tidak memiliki cela? Atau justru kebalikannya? Karena setiap kisah memiliki luka, dan kehidupan sempurna itu hanyalah ilusi semata.
All Rights Reserved
#444
school
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • ELIAN
  • Secret Relationship
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • desa kawitan [END]
  • ELION (bl)

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines