KKN penuh PLOT TWIST! (✔︎)

KKN penuh PLOT TWIST! (✔︎)

  • WpView
    Reads 4,861
  • WpVote
    Votes 198
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Sat, Aug 16, 2025
Aveline, gadis yang selalu menolak jatuh cinta. Ia logis, tertutup, dan selalu menganggap sesuatu yang romantis ialah drama tak perlu. Sampai KKN membawanya bertemu Matteo, seorang pria pendiam yang anehnya benar-benar sama persis dengannya. Mereka memiliki cara berpikir, cara bicara dan bereaksi pun nyaris identik. Seperti bercermin dalam wujud orang lain. Aveline mulai merasakan melihat dirinya sendiri dalam wujud laki-laki. KKN membuat moment dalam 1 bulan penuh kebersamaan yang kebetulan. Matteo perlahan-lahan meruntuhkan tembok Aveline tanpa memaksa, dan tanpa banyak kata. Hanya dengan jadi dirinya sendiri, yang sama persis seperti Aveline. Apa jadinya jika dua orang yang tak percaya cinta, justru menemukannya dalam versi diri mereka sendiri? [ Cerita ini sudah TAMAT ] Ig: azkalrstii, rionnazen
All Rights Reserved
#43
intj
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Almost Married (END)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Chasing Sanara
  • De Andere Weg (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines