Ridho di Ujung Doa

Ridho di Ujung Doa

  • WpView
    Reads 368
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 18, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Setelah kepergian ayahnya secara mendadak, Khaula terpaksa menunda impian kuliahnya demi keluarga. Di usia yang baru menginjak delapan belas, ia menjadi tulang punggung bagi dua adiknya dan seorang ibu yang semakin tenggelam dalam kesunyian dan luka. Ketika hidup menguji dari segala sisi-kehilangan, tekanan ekonomi, dan konflik batin-Khaula harus memilih: menyerah pada keadaan atau bertahan meski tak tahu ke mana langkah akan membawanya. Dengan hanya bermodalkan ijazah yang belum terbit, selembar CV seadanya, dan doa yang tak henti terucap dalam sujud panjang, Khaula melangkah dalam ketidakpastian. Yang tanpa Khaula sadari, semua kehidupan baru yang ia Jalani saat ini ternyata telah di persiapkan untuk takdir yang tak pernah ia sangka, ketika kehilangan orang-orang di sekitarnya menjadi bayaran dari semua hal yang telah ia raih. Sebuah kisah tentang keluarga, pengorbanan, dan keberanian perempuan muda dalam menghadapi hidup yang tak pernah benar-benar ramah.
All Rights Reserved
#89
pensi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines