The Forgotten Case

The Forgotten Case

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 11, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Pembunuhan, hal yang sering terjadi mengancam siapa saja tanpa mengenal umur dan waktu. Di saat yang sama Trevor sang detektif terkenal di kota Nelbeurt sedang menyelidiki rentetan kasus pembunuhan yang rumit, teka-teki dan tersangka mulai muncul, mungkin kau pikir ini yang terakhir? Ini adalah awal dari serangkaian kejadian mengerikan yang akan dihadapi. Perlahan namun pasti kebenaran muncul, bukan hanya sekedar pembunuhan yang memilukan tetapi juga konflik internal yang lebih rumit
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Defiant [END]
  • SHEA SANG FIGURAN
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Shadow in the Lab
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Hello, Mr. Mafia!
  • My Perfect Model ( Republish )

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines