The Afterplace

The Afterplace

  • WpView
    Reads 2,670
  • WpVote
    Votes 330
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 1, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Theodore menyelipkan helaian poni yang jatuh di dahi gadis itu. "You're turning red again-like cherries." Theodore memandang gadis itu lurus, lalu menggumam pelan seolah untuk dirinya senidiri. "And that's why I call you Serie... My Serie." nadanya penuh kekaguman, persis seperti dulu. Seraphine sontak terpaku, matanya melebar. "Lo... manggil gue apa?" "Serie." tenang Theodore. "Why? You missed being called that, didn't you?" Theodore menggoda lembut seraya mengambil daun jatuh yang hinggap di kepala Seraphine. Seraphine refleks mendorong dada Theodore dengan cepat membuat laki-laki itu sedikit terdorong menjauh. "Who the hell misses that, you bastard!" --- Seraphine dan Theodore pernah saling bertumpu pada rumah yang sama-ketika nama belakang belum menjadi beban dan dunia masih cukup luas untuk jujur pada perasaan sendiri. Perpisahan datang terlalu cepat tanpa mereka sadari-tanpa kata akhir dan alasan yang benar-benar menuntun untuk selesai. Dia yang memutuskan pergi, dan dia yang ditinggalkan berusaha mencari jawaban. Entah kebetulan atau rencana Tuhan, rasa kecewa yang belum reda, bersambut pertemuan yang kembali menyapa. Di panggung kekuasaan, di mana nama lebih penting dari nurani, strategi lebih berarti dari ketulusan, dan kekuasaan menjadi alat untuk bertahan. Dan ketika rasa itu masih sama, di tempat yang mengatur segalanya kecuali perasaan, keduanya dipaksa bertanya ulang: apa yang tersisa dari cinta, ketika dunia menuntut mereka menjadi orang yang berbeda? This is more than just a love story. --- ✨The Afterplace secara harfiah adalah "Tempat setelah segalanya". Untuk mereka yang tidak ingin hanya sekedar menemukan rumah, tetapi akhir di mana mereka tak lagi menjadi siapapun selain diri sendiri. Not a home, not a throne-just a quiet, stolen moment between wars. Cover by Pinterest
All Rights Reserved
#381
elite
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines