Namira tidak pernah benar-benar selesai mencintai Revan.
Mereka dulu seperti dua titik yang tak terpisahkan - saling menyemangati saat ujian, menulis surat kecil di bawah meja, dan menyimpan tawa di sepanjang koridor sekolah. Namun semua berubah sejak Revan memutuskan untuk pergi... tanpa penjelasan, tanpa pamit, tanpa menoleh sedikit pun.
Kini, di tahun terakhir masa SMA mereka, Revan kembali. Tapi dia bukan lagi Revan yang dulu.
Dingin. Jauh. Tidak peduli.
Sementara semua orang menyambut kehadirannya, Namira hanya bisa menatap punggung yang dulu sangat ia rindukan. Ia bertanya-tanya... apakah pantas terus berharap pada seseorang yang bahkan tidak menoleh ke belakang?
Di antara ujian sekolah, luka masa lalu, dan rahasia yang belum pernah terungkap - Namira harus memilih: tetap bertahan dalam kenangan, atau mulai menyembuhkan hatinya sendiri.
Tutti i diritti riservati