Colder than Winter Dawn

Colder than Winter Dawn

  • WpView
    Reads 6,495
  • WpVote
    Votes 317
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 20, 2026
Sequel Softer than Summer Night - Sebagai putra tunggal yang hidupnya nyaris sempurna, Zian tumbuh dikelilingi cinta. Namun, dia malah menjatuhkan hatinya pada Aster yang hidup diselimuti luka. Bagi Zian yang hidupnya selalu mudah, kekacauan yang Aster bawa memberikan warna tersendiri di hidupnya. Cinta mereka mekar di masa muda, hanya untuk dipatahkan oleh kepergian Aster yang tanpa kata. Meninggalkan Zian dalam tanya yang tak kunjung menemukan jawabnya. Bertahun-tahun berlalu, luka itu tetap membeku meski dunia terus bergerak maju. Kini, takdir mempertemukan mereka kembali. Di balik tembok dingin yang Aster bangun tinggi, tersimpan rahasia yang ingin dia kubur seorang diri. Tentang mengapa dia pergi, juga tentang alasan mereka tak bisa bersama lagi. Dan Zian, yang hatinya tak pernah berhenti untuk mencinta, bertekad untuk menemukan kebenaran di balik rahasianya. Zian masih ingin memulai kendatipun Aster berkata mereka telah usai. - "π„π―πžπ§ 𝐭𝐑𝐞 𝐜𝐨π₯𝐝𝐞𝐬𝐭 𝐝𝐚𝐰𝐧 𝐜𝐚𝐧'𝐭 𝐟𝐫𝐞𝐞𝐳𝐞 𝐚 π₯𝐨𝐯𝐞 𝐭𝐑𝐚𝐭 𝐧𝐞𝐯𝐞𝐫 𝐞𝐧𝐝𝐞𝐝."
All Rights Reserved
#826
officeromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines