Once Upon A Time, I Saw U

Once Upon A Time, I Saw U

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 13, 2025
Kukira aku cuma penonton. Kukira dunia ini cukup, selama aku bisa duduk dan menatap dari jauh. Tapi ternyata... menatapmu terlalu lama membuatku lupa kalau aku tidak pernah diundang masuk. Aku tidak ingat sejak kapan aku mulai memperhatikan dia. Mungkin sejak pertama kali dia duduk di pojok kafe, dengan rambut hitam keabu-abuan yang jatuh di dahi dan ekspresi seolah tidak sedang ada di dunia ini. Mungkin saat dia menyesap kopinya matanya yang sipit mengencang. Atau saat dia membaca buku BL yang aku pikir hanya aku yang menyukainya. Noah. Nama yang terlalu lembut untuk seseorang yang seharusnya tidak kuganggu. Tapi aku terganggu. Aku tergoda. Aku terlalu... penasaran. Bukan karena dia tampan-meski dia terlalu tampan untuk jadi nyata. Bukan juga karena dia gay-karena, hei, aku sudah terbiasa dengan karakter-karakter seperti dia di novel favoritku. Tapi karena dia terlihat seperti salah satu karakter itu. Seolah aku membuka halaman ke-42 dan dia jatuh keluar dari kertasnya, hidup, dan bernapas. Dan aku? Aku cuma Lily. Pecinta kisah boy-love, pemburu skenario absurd, dan... mungkin sedikit gila. Aku tidak ingin mencintainya. Aku cuma ingin menonton. Mengarahkan. Menulis ulang hidupnya dengan skrip yang lebih menarik. Tapi semakin lama aku "menonton", semakin banyak batas yang kutabrak sendiri. Semakin banyak kata yang keluar dari mulutku-yang seharusnya hanya kutulis di kepala. Dan dia... dia terlalu baik untuk berkata tidak. Dan di tengah semua skenario dan tawa itu, aku lupa satu hal: Aku melihatnya terlalu keras, tapi tidak pernah benar-benar mengenalnya. Aku jatuh sebelum aku sempat sadar... bahwa aku belum pernah benar-benar melihat siapa dia sebenarnya. Begitulah semua ini dimulai. Bukan dari cinta. Bukan dari rencana. Tapi dari seseorang yang kesepian dan terlalu banyak membaca. "Dan jika aku tahu akhirnya akan seperti ini... mungkin aku tidak akan pernah melihatmu terlalu lama.."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nala dan Mas Juragan
Nakula

Bagaimana perasaan kalian jika memiliki pacar yang begitu sempurna. Bukan hanya dari fisiknya dan wajahnya tapi juga prestasi yang dia miliki. Rasanya itu sebuah anugerah, bukan? Itulah yang dirasakan oleh Jia Ayunara. Gadis biasa yang memiliki wajah tembam dan badan sedikit berisi. Baginya dia tidak ada cantik-cantiknya. Tentunya dia senang dan lebih tepatnya sangat senang. Hingga suatu hari, Jia baru sadar jika apa yang sudah dia lakukan adalah hal yang salah. Memang seharusnya sedari awal dia tidak menerima semua itu. Apa yang mereka katakan tentang pacarnya dan primadona sekolah memang benar. Mereka sama. Mereka sederajat dan ciuman yang dia lihat sudah menjawab semuanya. Nakula Janendra Damayantra bukan hanya mengajarkannya cinta tapi juga mengajarkannya makna sakit hati. Putus adalah jalan terbaik bagi Jia dan juga awal gila yang dia lakukan. Nakula tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi. [Start: 13 Desember 2025]

More details
WpActionLinkContent Guidelines