Protokol Terakhir

Protokol Terakhir

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 10, 2026
Senjata bukan lagi alat perang, melainkan mesin pendeteksi jiwa-mampu membaca ketakutan, kebencian, dan niat buruk sebelum kamu sempat berbicara. Aku menyimpan suara-suara yang hilang, kenangan yang dibungkam, dan jejak-jejak manusia yang tak ingin diingat sistem. Dalam misiku, aku menemukan senjata berukir phoenix, dan catatan seorang pembunuh yang bahkan tak ingat siapa dirinya. Di dunia yang membungkam segalanya, aku mulai bertanya: Masihkah kita manusia jika semua yang membuat kita manusia... dilarang untuk dikenang?
All Rights Reserved
#9
fiksiaksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [Buku 2] Panduan Karakter Figuran Untuk Bertahan Hidup di Manga
  • My family is my happiness||ENGLOT
  • Takdir Kedua Aska✅
  • CERITA SETELAH PERANG (SASUNARU)
  • [BL] Buah Ceri Saya Akan Meledak di Kiamat
  • Jace's New Life [Transmigrasi]
  • Kehidupan Ketiga Cale Henituse

Bagian 2 [Novel Terjemahan] [NO CP] "Akademi Kemampuan Tak Terbatas" Pada hari pertamanya di Akademi Kemampuan Tak Terbatas, siswa baru Kelas F, Su Bei membangkitkan kemampuan baru. Saat itulah ia menyadari bahwa dunia mereka sebenarnya adalah sebuah manga. Dan protagonis dari manga ini adalah teman sekelasnya, Jiang Tianming. Namun, itu bukan inti ceritanya. Inti ceritanya adalah bahwa di bab selanjutnya dari manga ini, dia, Su Bei, ditakdirkan untuk mati secara tragis di kamar kecil! Peristiwa ini akan menjadi awal dari tantangan pertama sang tokoh utama di akademi kemampuan. Su Bei: ... Satu-satunya kabar baik adalah bab manga ini belum diterbitkan. Dia dapat mengubah jalan cerita dan menyelamatkan dirinya dari nasib buruk melalui tindakannya. Seperti diketahui semua orang, berteman dengan tokoh utama tidak menjamin terhindar dari kematian yang ditimbulkan oleh alur cerita, tetapi menjadi musuh tokoh utama sudah pasti akan mengakibatkan kekalahan di tangan tokoh utama. Di bawah terik matahari, bocah berambut emas itu tersenyum sembarangan, namun ada sedikit kesungguhan di mata ungunya. "Menyambutmu atas nama takdir, orang yang paling tidak beruntung dari yang paling tidak beruntung di generasi ini~"

More details
WpActionLinkContent Guidelines