The House Of Shadows

The House Of Shadows

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 24, 2025
"Wisma Damai" Namanya adalah kebohongan paling kejam. Adam, seorang perantau yang mencari awal baru di Kota Kinabalu, justru menemukan akhir dari ketenangannya. Sejak menjejakkan kaki di Wisma Damai, bisikan pilu dari dinding tua, ketukan misterius dari kamar kosong, dan bayangan menyeramkan di bawah pintu, perlahan menyeretnya ke jurang kegilaan. Di tengah aura busuk dan tatapan hampa penghuni lain, Adam tak bisa lagi membedakan mimpi buruk dan kenyataan. Setiap derit, setiap hembusan, seolah berbisik: "Tidak aman." Bisakah ia mengungkap rahasia kelam yang bersembunyi di balik nama "damai" ini, sebelum ia sendiri menjadi bagian dari kengerian abadi Wisma Kegelapan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Fraktal Rahasia
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • SHEA SANG FIGURAN
  • Shadow in the Lab
  • My Perfect Model ( Republish )
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • Defiant [END]

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines