SPELLBOUND

SPELLBOUND

  • WpView
    Reads 304
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 2, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Cerita ini terinspirasi dari Drama Head over Heels. Karakter yang tercipta sebagian murni dari tokoh yang ada. Mungkin terdapat banyak kesamaan dialog, setting, atau adegan-adegan yang sengaja diambil dari cuplikan dramanya. Alur cerita ini mungkin akan sedikit berbeda dari yang ditayangkan, namun garis besar cerita tetap menggambarkan kisah dukun dan klien-nya yang tampan--seperti yang diucapkan Seong-A--dalam menyelamatkan Gyeon-U dari kesialan-kesialan yang ada selama 21 hari sejak pria itu datang ke kuilnya. Upaya perlindungan itu sekaligus menjadi petualangan bagi Seong-Ah, Ji-Ho, dan terutama Gyeon-U karena harus menghadapi beragam fenomena aneh yang berdatangan. Cerita ini akan berisi romansa sekolah, fantasi, dan juga komedi drama yang ditulis sebaik mungkin agar tak menghilangkan watak asli tokoh yang diciptakan dalam drama. Sebisa mungkin, meski akan ada sedikit perbedaan, pembaca akan dibawa untuk bernuansa sesuai drama yang ditayangkan. Selamat membaca.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines