Voidverse: The Dual Curse

Voidverse: The Dual Curse

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 13, 2025
"Bagaimana jika yang muncul dalam mimpimu... perlahan menjadi kenyataan?" Shin Kurogami baru saja pindah ke Kyoto, mencoba menjalani hidup biasa sebagai murid SMA. Tapi sejak hari pertama, dunia di sekitarnya mulai berubah. Mimpi aneh. Suara asing. Sebuah benda yang seharusnya tak ada... kini muncul di dunia nyata. Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Saat batas antara mimpi dan realita mulai memudar, satu hal menjadi jelas: sesuatu sedang bangkit dari dalam dirinya. Dan itu... bukan sesuatu yang bisa dia kendalikan. Semuanya baru saja dimulai.
All Rights Reserved
#232
kutukan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bound to Him
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Defiant [END]
  • Trasmigrazione Gemellare Antagonista.
  • SHEA SANG FIGURAN
  • FRAGMENTS OF HEART - GINJAY ☆
  • Fraktal Rahasia (Selesai)
  • Shadow in the Lab
  • My Perfect Model ( Republish )
  • (END) SETTING THE PATH OF LIFE - 🔞BL, ABO (JOONGDUNK)

Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster. Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam. "Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya. "Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella." Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines