Kata Nenek

Kata Nenek

  • WpView
    Reads 1,061
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 1, 2026
Tukang pijat adalah profesi kebanggaan kakek buyutnya, begitu kata Nenek. Namun, Tesa tidak menyangka akan ada hari di mana dirinya terpaksa mewarisi minyak gosok di usia muda sebagai satu-satunya keturunan tabib terkenal yang tersisa di desa. Meninggalnya sang nenek membuat Tesa yang pemalas terpaksa menjadi tukang pijat dadakan oleh karena warga desa sangat percaya pada kemampuan cucu tabib terkenal itu. Berharap warga desa jera, pijat asal-asalan serta ramuan sembarangannya malah ampuh. Hanya saja, hal yang harus Tesa ingat adalah kata-kata Neneknya. Sebab, setelah menemukan sebuah rahasia lama, ia sadar bahwa dirinya berada dalam bahaya. ***
All Rights Reserved
#50
cucu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTROVERT ITU PACARKU  [Seni Memahami Caka] || [TAMAT]
  • TRANSMIGRASI SI PENIKMAT GOSIP (BL)
  • CINTAKU NYANGKUT KE JURAGAN EMPANG (BXB)
  • KELUARGA ATMODJO [hiatus]
  • Sweet Home -Tentang Kita yang Memilih Tinggal NOMIN FT JISUNG
  • Oneshot XingQiu/Qiu Harem
  • Boys In The Kost
  • Yang Mereka Panggil Si Cuek

[SUDAH TERBIT EBOOK DI GOOGLE PLAY DAN PLAYBOOK] Masa kuliah Lima yang B aja berubah saat dia kena angin antah berantah hingga membuatnya merhatiin Caka terus-terusan. Cowok pendiam-teman sekelas yang selama ini bahkan nggak masuk daftar cameo dalam hidupnya. Nggak cukup disana. Semesta yang kadang kidding malah memperkenalkan mereka di ruang komputer gara-gara donat sialan yang bikin Lima kelabakan kayak ayam mau bertelur sembilan. Ganteng? Baik? Atau karena glowing paripurna sampai ada grup kampus buat penelitian kulit Caka? Enggak! Lima nggak mikirin semua itu waktu pertama kali berhadapan dengan Caka sedekat itu. Justru manik leher Caka yang membuatnya ternganga lupa kalau cowok itu bukan siapa-siapa. Anehnya, sejak kejadian ruang komputer itu, kebetulan-kebetulan lain muncul seperti semesta merestui interaksi kecil mereka. Sampai puncaknya, gara-gara mulut lemes Sora, lidah Lima malah kepleset ngajakin Caka pacaran. Nggak ada briefing. Nggak ada persiapan. Semuanya serba tiba-tiba kayak tahu bulat di goreng dadakan. Awalnya pesimis, cowok itu bakal nolak dia dilihat dari kepribadiannya dalam kelas. Tapi nyatanya Caka bilang 'Ya'. Dan dari satu kata 'ya' itu, hubungan seorang Lima yang cerewet, neting-an dan posesif dengan Caka yang kalem, lempeng, lurus-lurus aja, dimulai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines