Nandikara Arumi Abimanya, 21 tahun, dulunya dikenal sebagai lelaki ceria, manis, dan penuh prestasi. Tapi hidup bisa berubah secepat itu. Luka yang dipendam dalam-dalam berubah jadi pemberontakan. Pergaulan bebas, balapan, alkohol, dan hubungan toxic jadi pelariannya, bukan karena ingin jadi "nakal", tapi karena ia lelah memikul rasa bersalah yang tak pernah benar-benar ia pahami.
Pelarian membawanya ke sebuah desa sunyi, jauh dari kebisingan kota... dan di sanalah Arumi bertemu Sabara Kurniawan.
Bara, pria 25 tahun yang hidupnya tenang, sederhana, dan tak banyak bicara, justru menjadi suara paling keras di kepala Arumi, suara yang mengajaknya mengenal ulang apa itu bersyukur, apa itu menerima, dan apa itu diam yang sebenarnya berbicara.
Bersama Sabara, Arumi belajar berdamai. Tentang masa lalu yang pahit. Tentang dirinya sendiri. Tentang cinta yang tumbuh perlahan, tanpa paksaan, tapi menenangkan.
Ini adalah kisah tentang lelaki kota yang tersesat dan pria desa yang diam-diam jadi peta. Tentang bagaimana dua orang asing bisa saling menyembuhkan, hanya dengan menjadi satu sama lain.
WARNING :
BXB AREA
FIKSI (KARANGAN)
NO KOMEN HATE
GAK SUKA? GAK USAH DI BACA🙏🏻