We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Bloodline Ashes [JossGawin]

Bloodline Ashes [JossGawin]

  • WpView
    Reads 1,067
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jul 15, 2025
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Malam itu, mereka duduk di lantai ruang tamu. Api kecil dinyalakan di perapian. Januar menyelimuti Gwin dengan selimut wol tua. Gwin bersandar padanya, kepala di dada kakaknya. Tangannya menggenggam erat sisi kaus Januar. "Do you still remember the lullaby mom used to sing?" tanya Gwin. Januar terdiam sebentar. Lalu ia mulai menyanyikan pelan, nada sumbang tapi hangat. Suara beratnya seperti gemuruh jauh. "Hush now, don't cry... sleep while the wolves roam high..." Gwin menutup mata, dan air mata jatuh perlahan dari sudutnya. "I miss her. I miss when things weren't bloody. When you didn't have a gun in your drawer," katanya, suara serak.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AVISENA
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Stuck Between The Pags
  • Side Character Syndrome
  • Cinta Yang Tumbuh Bersama
  • Hello, Mr. Mafia!
  • Ervan Carolline
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor!
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • The Last Antagonis
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines