Bukan cinta biasa
Bagi Haga, hidup adalah sebuah labirin gelap yang pintunya telah ia kunci rapat-rapat dari dalam.
Haga Abimana Rutala tidak pernah meminta dilahirkan dalam keluarga yang berantakan dan hancur. Baginya, setiap sudut rumah adalah pengingat akan luka lama, dan setiap tatapan orang lain adalah ancaman.
Trauma masa lalu telah mengubahnya menjadi sosok yang diam, penyendiri, dan selalu menyalahkan diri atas badai yang sebenarnya bukan kesalahannya. Ia memilih hidup dalam monokrom, karena warna hanya akan mengingatkannya pada kehilangan. Hingga kemudian, semesta mempertemukannya dengan seorang perempuan yang bahkan kehadirannya sama sekali tidak pernah ia bayangkan. Aishwa Nayra Rembulan. Aishwa adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Ia ceria, hangat, dan seolah memiliki dunia di telapak tangannya. Namun, di balik senyum yang indah itu, Aishwa menyimpan rahasia yang ia jaga lebih ketat dari apa pun, tentang sesuatu yang perlahan mulai mengkhianati ambisinya sendiri.
Bagi dunia, dia adalah Aishwa. Tapi bagi Haga, dia adalah Pelangi.
Kehadiran Aishwa membawa sebuah warna yang tidak pernah Haga bayangkan sebelumnya. Di saat Haga ingin menyerah pada kegelapan, Aishwa datang menunjukkan bahwa pelangi hanya akan muncul setelah hujan yang paling deras.
Ini bukan sekadar cerita tentang dua orangyang jatuh cinta. Ini adalah tentang dua jiwa yang saling memungut pecahan kaca, tentang rahasia yang disembunyikan di balik raga yang rapuh, dan pembuktian bahwa kesembuhan terkadang datang dari tangan seseorang yang sama hancurnya.
"Karena pelangi tak akan pernah hadir, jika langit tak pernah merasakan hujan."
✨🕊️