His favorite Scent

His favorite Scent

  • WpView
    Reads 861,298
  • WpVote
    Votes 62,472
  • WpPart
    Parts 39
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 1, 2026
Membuka mata di dunia antah berantah, gadis modern abad 21 yang terbiasa dengan ponsel dan wifi itu kini harus menerima takdirnya menjadi seorang pembuat roti di ibu kota abad entahlah. Sial, bahkan didunia barunya tidak pakai kalender sebelum masehi dan masehi seperti dunia asalnya! Katanya sih sekarang tahun ke-671 A.A. Tak ada pilihan lain, Aria- sekarang telah berubah menjadi Elira, memilih menerima kehidupannya sebagai pemilik toko kue sekaligus pembuat roti di ibu kota kekaisaran. Tapi, sepertinya dewa di dunia baru ini tidak menyukainya. Setelah Elira mulai menikmati hidupnya di dunia asing ini- gadis itu dihadapkan dengan masalah baru. dia bangun dengan pria asing di kasurnya. Biadabnya lagi, pria itu adalah KAISAR?! Kaisar gila yang membunuh seluruh anggota keluarganya, kini berada di kasur gadis itu. Elira ingin menangis. _________________
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • A Crown Of Blood and Obsession (End)
  • [S1] LABAMA
  • [MV3] BALAMA
  • Rebirth of Thalassa ; Aiden's wife
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • TVSL - The Villainess's Second Life
  • The Foreigner Becomes His [END]
  • EMPIRE OF VOWS AND MISTAKES
  • Home [END]
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines