Story cover for " Langit Walna Bilu " [End] by Leorexxx_
" Langit Walna Bilu " [End]
  • WpView
    LECTURES 279
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Chapitres 25
  • WpView
    LECTURES 279
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Chapitres 25
Terminé, Publié initialement juil. 14, 2025
Contenu pour adultes
Saga adalah anak laki-laki berusia tujuh belas tahun-atau paling tidak, begitulah yang tertulis di akta kelahirannya. Tapi di kepalanya, dunia terasa seperti taman bermain anak usia tujuh tahun. Warna biru adalah segalanya: langit, bantal, sendal, bahkan mimpi.

Setelah ibunya meninggal, ayahnya menikah lagi. Dari pernikahan itu, datanglah Rayden-anak laki-laki satu tahun lebih tua, yang diam-diam menyimpan rasa sejak pertama bertemu Saga. Tapi dunia tak pernah berjalan sesuai warna yang kita suka. Hubungan mereka terhalang status, perbedaan, dan rahasia.

Ketika perceraian memisahkan orang tua mereka, Rayden mengambil langkah yang tak terduga: membawa Saga pergi, hidup berdua dalam dunia kecil mereka sendiri. Tapi... hidup tidak selalu sebiru langit impian Saga. Ada luka, ada tanya, ada amarah yang tak pernah dia mengerti.

Cerita ini adalah tentang anak laki-laki yang mencintai warna biru-dan satu orang yang ingin menjadi biru di dunianya.
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter " Langit Walna Bilu " [End] à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Sembilu Di Balik Azure, écrit par OVIIIEEE
51 chapitres En cours d'écriture
Di koridor SMA Nusantara, nama Benjamin Moore bukan sekadar nama, ia adalah sinonim dari kesunyian yang mengancam. Seperti langit Bandung di penghujung tahun yang selalu mendung namun jarang menumpahkan hujan, Benji adalah misteri yang dibungkus dengan seragam rapi dan tutur kata seajam sembilu. Sebagai Ketua OSIS, ia memerintah dengan logika yang dingin, menghujam mental para pembangkang hanya dengan satu atau dua patah kata yang mampu membuat nyali menciut. Tak ada yang tahu mengapa matanya yang sebiru samudera itu selalu memancarkan badai yang tertahan, atau mengapa genggaman tangannya pada pagar sekolah selalu menyisakan buku-buku jari yang memutih. Dunia Benji adalah sebuah labirin tembok tinggi yang tak tertembus, setidaknya sampai ia bertemu dengan Namilo Wilson. Milo hadir layaknya aroma kopi dari kafe klasik di pinggiran kota hangat, sederhana, dan menenangkan. Ia adalah anomali di mata Benji, seorang adik kelas yang tersenyum hingga matanya membentuk garis bulan sabit, yang menyapa dunia dengan kelembutan meski ia memiliki keberanian untuk berdiri tegak di hadapan sang predator sekolah. Milo tidak takut pada tajamnya lidah Benji. Baginya, Benji bukanlah seekor anjing yang galak, melainkan sebuah melodi yang sumbang dan butuh diselaraskan. Namun, semakin Milo mencoba mendekat, semakin ia menyadari bahwa di balik kemarahan Benji yang meledak-ledak, tersimpan sebuah kehampaan yang besar, seperti sebuah rumah megah yang lampu-lampunya padam sejak lama. Ini bukan sekadar tentang cinta remaja yang bersemi di antara buku pelajaran. Ini adalah tarian antara luka yang disembunyikan dan penyembuhan yang dipaksakan. Ini adalah tentang mencari tahu, mengapa seorang anak manusia begitu membenci kasih sayang ketika ia sendiri adalah produk dari kehampaan yang tak bertepi.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Sembilu Di Balik Azure cover
DANDELIONS[BxB] End cover
BXB - CINTA NATHAN cover
WANTED cover
RoomBoy cover
Twinkle Twinkle (boyslove) cover
Under The Sea | END✓ cover
[BL] Inkubulus cover
The Blessing That Bleeds cover
Stranger Chat cover

Sembilu Di Balik Azure

51 chapitres En cours d'écriture

Di koridor SMA Nusantara, nama Benjamin Moore bukan sekadar nama, ia adalah sinonim dari kesunyian yang mengancam. Seperti langit Bandung di penghujung tahun yang selalu mendung namun jarang menumpahkan hujan, Benji adalah misteri yang dibungkus dengan seragam rapi dan tutur kata seajam sembilu. Sebagai Ketua OSIS, ia memerintah dengan logika yang dingin, menghujam mental para pembangkang hanya dengan satu atau dua patah kata yang mampu membuat nyali menciut. Tak ada yang tahu mengapa matanya yang sebiru samudera itu selalu memancarkan badai yang tertahan, atau mengapa genggaman tangannya pada pagar sekolah selalu menyisakan buku-buku jari yang memutih. Dunia Benji adalah sebuah labirin tembok tinggi yang tak tertembus, setidaknya sampai ia bertemu dengan Namilo Wilson. Milo hadir layaknya aroma kopi dari kafe klasik di pinggiran kota hangat, sederhana, dan menenangkan. Ia adalah anomali di mata Benji, seorang adik kelas yang tersenyum hingga matanya membentuk garis bulan sabit, yang menyapa dunia dengan kelembutan meski ia memiliki keberanian untuk berdiri tegak di hadapan sang predator sekolah. Milo tidak takut pada tajamnya lidah Benji. Baginya, Benji bukanlah seekor anjing yang galak, melainkan sebuah melodi yang sumbang dan butuh diselaraskan. Namun, semakin Milo mencoba mendekat, semakin ia menyadari bahwa di balik kemarahan Benji yang meledak-ledak, tersimpan sebuah kehampaan yang besar, seperti sebuah rumah megah yang lampu-lampunya padam sejak lama. Ini bukan sekadar tentang cinta remaja yang bersemi di antara buku pelajaran. Ini adalah tarian antara luka yang disembunyikan dan penyembuhan yang dipaksakan. Ini adalah tentang mencari tahu, mengapa seorang anak manusia begitu membenci kasih sayang ketika ia sendiri adalah produk dari kehampaan yang tak bertepi.