Letters Across the Bridge

Letters Across the Bridge

  • WpView
    Membaca 37
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadDewasaBersambung9m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Jul 14, 2025
Oxford and Cambridge. Two cities, two hearts, and one line of faith in between. 🎓 Arianna Zafirah Al-Mazra'i - anak tunggal dari Dubai, seorang pelajar Biomedicine yang menulis jurnal seperti dia sedang berzikir. 🎓 Idris Aydan Levington bin Amir Jalil - pelajar undang-undang dari Cambridge, yang menimbang setiap perkataan seperti menimbang ayat Al-Quran. Mereka dipertemukan dalam satu tugasan antarabangsa - bukan sebagai kekasih, bukan juga sebagai lawan. Tapi sebagai dua pemikir muda yang terpaksa belajar memahami... apa ertinya menulis, tanpa melukakan iman? Dalam surat yang tidak bersuara, Dalam doa yang tak pernah disebut nama, Dalam jarak yang Allah cipta sendiri... mereka perlahan-lahan jatuh. Bukan ke dalam cinta, tapi ke dalam adab.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Senja Yang Abadi [END]
  • Her First-ISHQ
  • Tiket Ke Syurga: Jalan Keluar
  • Transcendence (A Muslim-Christian Story)
  • Beyond the veil
  • Penghulu Bidadariku S2 : Aisyah Humaira
  • TAKDIR MAISARAH
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • MY AYDEN DARHWISH [C]
  • Wanita Mr. Zareef Iskandar [Volume 3]

Islami - Romansa - Spiritual • Berawal dari terpaksa menerima kenyataan bahwa dirinya akan dijodohkan, hanya karena itu merupakan permintaan almarhum ayahnya membuat ia tidak bisa menolak. Yang lebih mengejutkan ternyata jodoh nya merupakan dosen gadis itu sendiri. • "Mas punya mantan berapa?" Pak Aldan menggeleng, "nggak punya." "Nggak pernah pacaran?!" Lagi-lagi ia mendapat gelengan. Pertanyaan pun dibalik, "kalo kamu berapa?" "Rana mah nggak pacaran," sombong Arana mengangkat dagu songong. Walau begitu senyum di bibir Pak Aldan tetap terukir, "Allah memang nggak pernah ingkar janji. Yang baik pasti akan Allah persatukan dengan yang baik pula." Awal nikah kesel, eh lama-lama malah kesemsem. • Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Langsung saja meluncur ke dalam cerita dua insan bucin akut yang satu ini. WARNING! BAPER DITANGGUNG PEMBACA!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan