Sejak orang tuanya bercerai, rumah Ananta tak pernah benar-benar sama. Ia tumbuh di antara ruang yang kehilangan makna, suara yang terpecah, dan peran yang dipaksakan terlalu cepat. Hingga suatu hari, ketika ia dihadapkan pada kehancuran yang nyata, Ananta justru menemukan kembali arti rumah, bukan sebagai tempat utuh, tapi sebagai ruang untuk menerima
More details