PIONIR - OH SION

PIONIR - OH SION

  • WpView
    LECTURES 338
  • WpVote
    Votes 76
  • WpPart
    Chapitres 15
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., févr. 25, 2026
WpInfo
Fanfiction
on going. "If i could choose, i i would escape from all the pain." - Sim Jiyeon. Dua kehidupan bertolak belakang yang mau tak mau harus berdampingan. Dua kehidupan dimana senang dan sengsara yang saling bermusuh, kini harus hidup bersama. - pionir - Sim Jiyeon, berdiri sendiri dan dibuang demi mendapatkan uang. Ia mau tak mau harus mencari garis hidupnya dan merintis segalanya sendiri. Dalam mencapai keinginannya ia berusaha menormalisasikan kehidupan bergelimang di sekitarnya, ia ingin merasa setara, ia ingin dianggap ada. Naasnya, otak dan hati saja tak cukup untuk itu, ia berasal dari ketidakpunyaan dan harus bertemu dengan pion utama dari kehiudupan ini berjalan, Han Seora. Lantas, mampukah ia merasa setara? Atau Seora yang turun tahta?
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • JEEVANA
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • The King & The Doctor ✓
  • Second
  • Given || Ju Jihoon
  • I Want to Live [END]
JEEVANA

"Gue terpaksa nikah sama lo, demi bayi yang ada di perut lo." Kata-kata itu jatuh seperti pisau yang menancap tepat di hati Kiana Alisha. Pernikahan yang seharusnya menjadi momen bahagia, kini hanya terasa seperti hukuman. Ia tidak diinginkan. Bukan sebagai istri, bukan sebagai seseorang yang layak dicintai. Pria di hadapannya, sosok yang dingin dan kasar, menikahinya bukan karena cinta-hanya karena tanggung jawab, Tatapan matanya tajam, seolah berkata bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa setelah bayi itu lahir, segalanya akan berakhir semuanya. Namun, takdir selalu punya cara untuk mempermainkan hati manusia. Dalam kebencian, mungkin terselip perasaan yang tak terduga?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu