Aruna tidak pernah benar-benar diinginkan di rumah.
Ibunya menyuruhnya pindah ke asrama-tanpa penjelasan, tanpa air mata, tanpa pelukan perpisahan.
Hanya satu kalimat: "Ibu udah daftarin kamu ke sekolah berasrama."
Di sekolah unggulan itu, Aruna belajar hidup ulang.
Ia bertemu sahabat baru, musuh baru, dan dua kakak kelas yang sangat berbeda:
Fahri, pembimbing kelompok yang ramah, tenang, dan terasa selalu mengerti segalanya.
Rayhan, cowok jutek yang kadang ngeselin... tapi entah kenapa, selalu muncul di saat Aruna paling butuh seseorang.
Tapi ini bukan kisah cinta biasa.
Ini adalah cerita tentang seorang remaja perempuan yang belajar menerima dirinya,
memahami luka yang ia bawa dari rumah,
dan menemukan bahwa keluarga... tidak selalu berarti mereka yang sedarah.
Catatan Aruna adalah kisah tentang pertumbuhan, kesalahpahaman, tawa yang tertahan, air mata yang diam-diam jatuh,
dan keberanian untuk tetap menulis-meski tak ada yang membaca.
No plagiat ya sayang
Cerita orisional saya
Reva pikir hidupnya biasa saja. Sekolah, nongkrong, pulang. Tapi semua berubah ketika dia menemukan sebuah jurnal di laci perpustakaan-berisi daftar nama murid... yang katanya belum mati.
Sejak itu, dunia mulai terasa salah: langit memudar, suara orang terputus, dan bayangan hitam mengikuti ke mana pun dia pergi.
Lalu, seorang cowok misterius muncul. Katanya, ini bukan dunia nyata. Semua hanya simulasi... dan Reva adalah error yang harus dihapus.
Satu-satunya cara menyelamatkan dunia ini... adalah dengan menghilangkan Reva dari dalamnya.