Mimpi dan 3 peri

Mimpi dan 3 peri

  • WpView
    Reads 856
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 27, 2025
Lahir saat Paskah tak membuat ia merasakan kemenangan. Kebangkitan setelah mati. Karna ia bahkan tak pernah mersa hidup. Paskah merasa dingin juga kesepian. Setiap malan menerka-nerka kapan bahagia akan datang pada nya? Namun ia lupa, Jika Paskah memiliki tiga peri. Tiga peri pengabul doa, pengabul bahagia. Dan Paskah harus nya merasa cukup kan? tanpa harus meminta mimpi yang lain.
All Rights Reserved
#487
hanni
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • GRAVARENZO
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Transmigrasi Ziora

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines