7 Hari Sebelum Aku Pergi

7 Hari Sebelum Aku Pergi

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 17, 2025
Hidup Belerie sudah ditentukan-ia akan mati di usia 31 tahun. Tak ada perlawanan, tak ada penundaan. Hanya waktu yang terus berdetak, mendekatkannya pada akhir yang pasti. Ini adalah kisah tentang tujuh hari terakhirnya. Tujuh hari untuk mengucapkan selamat tinggal. Tujuh hari untuk mengukir luka di hati orang-orang yang mencintainya-karena mereka harus merasakan sakitnya kehilangan. Terdengar kejam? Mungkin. Tapi begitulah seharusnya. Mereka perlu menangis, perlu merasakan duka, agar saat Belerie tiada, mereka tidak langsung kembali tertawa seperti tak pernah ada. Karena setelah beberapa hari berkabung, mereka akan kembali menjalani hidup-tertawa, mencinta, bahagia... seperti biasa. Sedangkan Belerie? Ia hanya akan menjadi kenangan.
All Rights Reserved
#263
nangis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines