In Time

In Time

  • WpView
    Membaca 158
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadDewasaBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Jul 21, 2015
WpInfo
Fiksi
Romansa
hidup tanpa masalah bagaikan memakan makanan dengan rasa hambar, kurang lengkap. itu pendapat Diana Travolita, seorang asisten arsitek terkenal yang tak lain adalah Benjamin Russel aka Mr Womanizer aka Supernova aka (yang sialnya) sahabat dekatnya. Diana mencintai Hidupnya yang rumit. Diana mencintai Kesunyian apartemennya yang hanya diisi dengan suara hiruk pikuk kota diluar sana. Diana mencintai pekerjaannya yang membuatnya menjadi sangat memprioritaskan pekerjaannya. tapi tanpa sadar kecintaannya itu yang membuatnya masuk kedalam lubang masalah(lagi). membuatnya akhirnya bertemu Andrew Asborn, satu-satunya hal terumit yang dibencinya. apakah dengan masalah yang hadir Diana akan tetap mencintai hidupnya yang rumit? let the time answer it...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • BRAVEHEART (Tamat)
  • Problematic Boss ✔
  • Only for Villainess (Tamat)
  • DANIEL AND NICOLETTE  (SUDAH DISERIESKAN)
  • The Tease
  • Soulmate Crossing
  • VILLAIN'S LOVER (SELESAI)
  • Flirting With Fate

Untuk pemesanan pdf hubungi admin. 082165503008 Admin Nana Seruni Arkadewi merasa dunianya runtuh satu persatu, saat sebuah kecelakaan merenggut kesempurnaan indrawinya. Kedua kakinya yang sebelumnya kuat dan lincah, kini menjadi timpang. Dan ternyata kemalangannya bukan hanya itu saja. Dimulai dari penghianatan kekasih dan sahabatnya yang menjalin hubungan di belakangnya, hingga desakan ayah tirinya yang ingin menikahkannya dengan seorang bandot tua karena harta. Muak dengan stigma bahwa takdir seorang wanita adalah di dapur, di sumur dan di kasur, Seruni minggat dari desanya. Ia ingin membuktikan bahwa seorang wanita dengan segala keterbatasan fisiknya, mampu berdiri di atas kakinya sendiri jikalau mau berusaha. Sementara itu, Antonio Brata Kesuma--sang anak sultan klan Brata Kesuma, paling tidak bisa mentolerir segala bentuk ketidaksempurnaan. Baginya semua yang cacat, tidak akan masuk hitungan. Baik itu berupa barang, ataupun orang. "Saya tidak minta dikasihani. Yang saya pinta hanya satu. Jangan menjadikan ketidaksempurnaan saya sebagai alasan untuk menjegal semua impian-impian saya. Saya memang cacat, tapi saya tidak bodoh. Saya mohon, izinkan saya berjuang." -Seruni Arkadewi- "Kamu itu selemah-lemahnya manusia. Sudah cacat, perempuan lagi. Sudahlah, terima takdirmu dan diam saja di rumah. Jangan mempersulit diri sendiri. Dunia ini keras. Ketahuilah, tekad tanpa amunisi, itu artinya bunuh diri. -Antonio Brata Kesuma-

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan