Di dunia gemerlap idol, Seren bukanlah siapa-siapa-hanya seorang fans biasa di permukaan. Namun di balik layar, ia adalah sosok misterius yang diam-diam mengendalikan permainan, menjadikan para tokoh penting sebagai pion dalam catur besar industri. ENHYPEN, tanpa sadar, terlibat dalam pusaran rahasia itu-hingga satu per satu mulai jatuh, terluka, dan bertanya: siapa sebenarnya Seren?
Ketika Seren dijatuhkan dan menjadi kambing hitam, ia menghilang... hanya untuk kembali dengan langkah yang lebih elegan namun menghancurkan. Bersama pendukung-pendukung kuat, ia menyelamatkan para member secara diam-diam, membalikkan sistem, dan menghadapi musuh yang menyerang dari segala arah.
Di akhir, Seren menolak sorotan, memilih tetap berada di balik layar sebagai pelindung dalam senyap-membiarkan mereka bersinar di atas panggung, sementara ia menghilang dengan satu pesan:
"You never saw me on stage. But you carried my name in every chorus. I was here. Always."
Arstella terbangun di tubuh seorang pelayan di dunia asing yang penuh aturan dan kasta yang tak ia pahami. Setelah dipecat karena kebodohan yang tak disengaja, ia menemukan secarik poster.
Kerajaan Eldoria tengah mencari pelayan untuk dua pangeran. Pangeran Leo, sang pewaris berambut emas yang dicintai rakyat, dan Pangeran Theodore, sang anak berambut hitam yang dibenci istana karena dianggap membawa kutukan. Tanpa pilihan, Arstella melamar pekerjaan itu dan tanpa sadar melangkah ke dalam istana yang tak hanya penuh kemegahan, tapi juga rahasia kelam.
"Dewa aku hanya ingin hidup tenang... aku hanya ingin bekerja," bisik Arstella lirih, seolah sedang memohon pada langit yang bahkan tak menjawab. Namun, jawabannya datang dari bayangan. Suara Theodore terdengar rendah dan berbahaya.
"Sayangnya, kau bekerja pada iblis, Stella."
Ia melangkah mendekat, matanya gelap tak menyisakan belas kasih. "Dan dewa tak punya kuasa atas sesuatu yang sudah menjadi milikku."