We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Menunggu yang Tak Pernah Pulang (Ending)

Menunggu yang Tak Pernah Pulang (Ending)

  • WpView
    Reads 111
  • WpVote
    Votes 19
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Tiga tahun lalu, Ara kehilangan ayahnya karena komplikasi penyakit asam urat. Saat itu, ia masih kelas 1 SMA-dan malam itu menjadi awal dari sunyi yang panjang. Ara tumbuh sebagai gadis introvert, sedikit pemalu, dan sering merasa tidak cukup baik karena tubuhnya yang ia anggap 'tidak ideal'. Ia punya dua sahabat yang selalu ada, tapi kehilangan membuat hatinya terasa kosong... seperti ada sesuatu yang tak kunjung pulang. Kini, di usia 20 tahun, Ara tidak kuliah dan masih mencari pekerjaan sambil terus mencoba berdamai dengan diri sendiri dan luka masa lalu. Namun, sebuah surat lama dari sang ayah yang tak pernah terkirim... perlahan membuka kembali jalan pulang dalam hatinya. Ini bukan kisah tentang melupakan orang yang telah pergi, tapi tentang mencintai diri sendiri-meski tanpa mereka di sisi. ---
(CC) Attrib. NonCommercial
#1
ceritapenyembuhan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • The Time

BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAKAN FOLLOW UNTUK MEMBUKA. Dalam pikiran dan hati Laura hanya ada Leon. Laki-laki itu seolah sudah menjadi pusat dunianya. Semua orang tahu bagaimana kerasnya cara gadis itu selalu mengejar dan berusaha menarik perhatian Leon. Tetapi setelah malam itu, Laura tidak lagi mengejar dan berusaha mendapatkan perhatian Leon. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang itu sudah berganti dengan tatapan penuh kebencian dan perasaan muak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines