Berserak Tanpa Harapan

Berserak Tanpa Harapan

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Di balik tembok rumah yang dulu penuh tawa, kini hanya tersisa puing-puing kenangan yang menyakitkan. Valerinne - gadis yang seharusnya menikmati masa remajanya - justru harus hidup dalam kehancuran keluarga yang tak lagi bisa diperbaiki. Setiap hari adalah perjuangan untuk bertahan, setiap malam adalah perang dengan kesepian. Ketika rumah sudah tak lagi menjadi tempat pulang, dan orang tua memilih pergi, bisakah Erinne menemukan cahaya kecil di tengah reruntuhan? Atau... semua sudah benar-benar hancur, berserak tanpa harapan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • Tsundere Maniak Susu [DITERBITKAN]
  • GHAIKA (REVISI)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • The Time
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.

Flora Severian terbangun sebagai Hazellette Ashcroft, istri Duke dalam novel fantasi sejarah. Figuran yang akan dihancurkan oleh tokoh utama wanita, Mantan kekasih Duke, anak pelayan yang ditakdirkan merebut segalanya, karakter badass yang membuat hubungan Hazellette dengan suaminya kandas. Flora mengerti satu hal begitu masuk ke novel, Jika dia bertahan dia akan dihancurkan, karena itu pilihan Flora hanya kabur... menghapus namanya dari cerita. Dalam novel ini, istri Duke tidak akan pernah diselamatkan. Hazelletta akan disingkirkan... lalu dilupakan. Dia harus membuat dunia percaya dia mati. Lalu tokoh utama akan mengambil alih segalanya dan cerita berjalan tanpanya. Asal bisa hidup tenang Hazel tidak peduli apapun. Tapi takdir tidak pernah benar-benar berteman dengannya. Karena anak yang dia tinggalkan bukan anak biasa. "Jika aku kembali suatu hari, apa dunia ini masih akan memberiku tempat?" -Hazellette Ashcroft- "Kuburkan petinya! Itu hanya peti kosong. Aku akan menemukannya kembali... apa pun bentuknya. Istriku terlalu cerdas untuk mati begitu saja." -Gillian L. Grandwood-

More details
WpActionLinkContent Guidelines