Jadi pembimbing OSIS? Ami cuma iseng. Serius.
Dia mahasiswa komunikasi yang lagi FOMO gara-gara teman-temannya sibuk ngurus kegiatan kampus-sedangkan dia? Merasa hidupnya flat kayak power point dosen jam 7 pagi.
Tapi semua berubah waktu Ami bertemu Langit.
Ketua OSIS yang katanya "dingin dan galak", tapi suka ngelirik diam-diam pas dia ketawa. Yang katanya "nggak peduli", tapi nyatet semua ide Ami dan ngelindungi dia kayak bodyguard part time.
Mereka beda 4 tahun. Ami lebih tua. Lebih santai. Lebih chaos.
Langit lebih muda. Lebih tenang. Lebih... bikin penasaran.
Tapi yang namanya cinta, kadang nggak peduli aturan. Kadang lahirnya bukan di taman bunga, tapi di ruang OSIS yang isinya map, spidol, dan segelas kopi.
Di tengah proposal, rapat dadakan, dan konflik internal organisasi-mereka jatuh cinta.
Tapi... apakah perasaan yang lahir di tengah kesibukan itu bisa bertahan saat emosi dan trust issues mulai ikut rapat juga?
🛑 Disclaimer Dulu Ga Sih?
Hai! Cerita ini pure fiksi dan cuma hasil imajinasi penulis aja. Kalau ada nama, tempat, atau kejadian yang mirip sama dunia nyata, itu kebetulan semata, bukan karena disengaja yaa~
Please jangan copy-paste atau repost cerita ini tanpa izin, karena setiap kata di sini ditulis pakai hati (dan kopi 🙃).
Terima kasih udah baca dan support!
Have fun & jangan lupa vote + komen biar penulisnya semangat lanjut 💖
Zevanya memang ingin memiliki kakak laki-laki karena dia anak tunggal satu-satunya, gambaran kakak laki-laki yang baik, perhatian dan tampan adalah impiannya.
Lalu, permintaan itu di kabulkan.
Tiga kakak laki-laki sekaligus yang amat berbeda kepribadian.
Kaizar yang datar dan tenang
River yang perhatian dan lembut
Sedangkan Jayden yang cerewet dan ceria.
Ini lebih seperti kedamaian hilang dalam hidupnya.