She Smiled Under Big Ben

She Smiled Under Big Ben

  • WpView
    Reads 5,739
  • WpVote
    Votes 827
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadComplete Sun, Jul 27, 2025
Mendapatkan beasiswa ke London adalah mimpi yang akhirnya menjadi nyata bagi Sienna. Bersama dua sahabatnya, Rhea dan Talia, ia memulai lembaran baru di kota yang penuh sejarah dan mimpi itu-London. Tapi semuanya berubah saat mereka tiba di bawah kemegahan Big Ben. Di sana, di bawah langit mendung khas London, Sienna melihat seorang gadis asing sedang tersenyum. Senyum yang hangat, misterius, dan entah bagaimana... membuat waktu seakan berhenti berdetak. Siapa gadis itu? Dan kenapa senyumnya terus menghantui pikiran Sienna? Di antara pertemuan tak terduga, angin musim gugur yang dingin, dan rahasia yang perlahan terungkap, Sienna menyadari bahwa London bukan hanya tentang studi dan masa depan. Tapi juga tentang sebuah perasaan baru... yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
All Rights Reserved
#992
carmen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Satu Tingkat, Satu Hati
  • Sampai Hujan Berhenti || [Woomen]
  • Rumit (WooMen)
  • about love in the rainy season.
  • HEARTBEAT || HANAZ
  • Miss u but, Hate u [Kalgukjju]
  • Love Story ft. Menuz/Yumenz
  • Saat dunia berhenti berputar
  • The Day Sunshine Stopped Smiling
  • Puisiku Yang Hanya Tentangmu

~^^~ Katanya senior harus jaga gengsi. Tapi sejak melihat Yura di koridor lantai dua, Calista mulai datang lebih pagi dari biasanya. Yura nggak pernah berniat menarik perhatian siapa pun. Sayangnya, dia sudah terlanjur jadi alasan seorang senior kehilangan kendali. Belum ada perkenalan. Belum ada pengakuan. Hanya tatapan, deg-degan, dan rasa penasaran yang makin hari makin dalam. Saat itu, Yura cuma ngerasa nyaman aja. Tapi lama kelamaan rasa nyaman itu berubah jadi rasa ketertarikan. Gatau sejak kapan, tapi yang pasti Yura bisa bilang kalau dia juga jatuh hati pada Senior itu. Ini semua berawal dari tatapan di koridor, salting saat istirahat, lalu muncul lah perasaan yang tumbuh diam-diam tanpa izin. ~~

More details
WpActionLinkContent Guidelines