Wake Me Up!

Wake Me Up!

  • WpView
    Reads 8,585
  • WpVote
    Votes 1,957
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadComplete Fri, Jun 5, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
War and Military
Survival
Science Fiction
Dunia di ambang kehancuran. Virus mematikan menyebar dalam sekejap, mengubah manusia menjadi makhluk haus darah. Sebenarnya, Nayara hanya ingin selamat. Namun, semuanya berubah saat rahasia kelam masa lalu perlahan terungkap. Tentang ayahnya, tentang organisasi rahasia bernama S.A.F.E., dan tentang virus yang tak seharusnya pernah diciptakan. Sagara, seorang taruna militer yang keras kepala dan penuh luka, memimpin kelompok kecil untuk bertahan. Namun, bisakah ia tetap waras, saat satu per satu anggota kelompoknya gugur di depan matanya? Mereka tak hanya berjuang melawan zombi. Mereka sedang melawan sistem yang ingin mereka bungkam selamanya.
All Rights Reserved
#6
action
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Saksi Cinta
  • KINGS: Themis
  • Lintas Waktu (Tamat)
  • Train To Bogor (republished)
  • The Isolated
  • Elizabeth's Past (Discontinued)
  • Rebirth "Orphic : All i needed"
  • Di Balik Seragam Ayah
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • Me, The Protagonist

Alaska Story (Fantasy - Time Travel - Romance - History) Keluargaku pecah dalam satu malam sebab persoalan masa lalu yang aku tak ketahui akar permasalahannya. Aku pergi dari rumah, menenangkan diri di jembatan tua yang di bawahnya mengalir sungai yang deras. Seorang pria tua misterius yang entah dari mana asalnya muncul tiba-tiba mendatangiku. Pria yang menyebabkanku terlempar ke masa lalu. Aku terbangun di tubuh seorang Meneer Belanda pemilik kebun dan Pabrik Kopi tersohor di Hindia Belanda, namun terkenal kejam pada pribumi yang masa itu dijuluki seperempat manusia. Masuk di tubuh pria Belanda ini membuatku mesti berurusan dengan Cokroaminoto, sang Juru Selamat bagi kaum Bumiputera. Aku juga bertemu kedua orangtuaku sewaktu muda, yang seharusnya mereka belum ada di abad ini. Di tengah prahara itu, hatiku malah jatuh kepada Gundik kepunyaan Meneer kejam ini. "Siapa namaku tadi?" "Hans. Hans Frederick van de Idenburg." "Lalu, namamu?" "Sabina Tasmirah Saraswati, Meneer."

More details
WpActionLinkContent Guidelines