
Setelah kejadian mengejutkan kemarin, Biru datang ke sekolah dengan pikiran yang masih kacau. Tatapan teman-teman sekelas, bisik-bisik yang menyertainya, dan pertanyaan yang tak pernah benar-benar terucap membuat pagi itu terasa berat. Namun di tengah tekanan, secercah tawa dari Pak Surya dan kehangatan dari Alesha dan Andi memberi Biru ruang bernapas. Di bangku taman belakang sekolah, langit mendung menjadi saksi percakapan jujur dan keheningan yang berbicara lebih dalam. Biru mulai menyadari, kadang diam dan langit tahu lebih banyak daripada semua suara di sekelilingnya. Chapter ini menyelami sisi batin Biru yang penuh pertanyaan, dan menghadirkan nuansa ringan namun menyentuh lewat persahabatan yang tumbuh perlahan.Todos os Direitos Reservados
1 capítulo