*Disclaimer*
Cerita ini adalah karya fiksi murni. Nama, karakter, tempat, dan insiden adalah produk imajinasi penulis atau digunakan secara fiktif. Setiap kemiripan dengan orang yang masih hidup atau telah meninggal, peristiwa nyata, atau lokasi sebenarnya adalah murni kebetulan dan tidak disengaja.
Cerita ini ditulis semata-mata untuk tujuan hiburan. Penulis tidak bermaksud untuk memberikan saran profesional, medis, hukum, atau finansial, maupun untuk mempromosikan pandangan atau perilaku tertentu.
Intro:
Di antara gedung-gedung pencakar langit New York yang menjulang, takdir memiliki caranya sendiri untuk memainkan peran. Angelo Carlucci, pria dengan masa lalu yang terbungkam, dan Adeline Miller, wanita yang terluka oleh masa lalu, dipertemukan dalam sebuah malam yang tampak biasa. Namun, di balik tatapan mata mereka, tersembunyi jalinan takdir yang rumit, yang akan membawa mereka pada romansa yang membara, kehilangan yang mendalam, dan sebuah kesempatan kedua yang ajaib. Malam itu, di bawah rembulan kota yang dingin, benih cinta dan tragedi mulai bertumbuh, tanpa mereka sadari bahwa waktu mungkin saja berputar kembali.
Please, don't plagiat🙅
No no yaa🙎
•••••
"Nak, demi keluarga kita... kamu harus menikahi Tuan Arsen."
"APA?! Menikah dengan Bos Papa?! Tidak mau! Papa, ini lelucon, kan?! Aku masih kelas tiga SMA! Aku bahkan sudah punya pacar! Papa tidak bisa melakukan ini padaku!" Virly menolak mentah-mentah.
Reaksi Virly sama sekali tidak menggoyahkan Arsen. Ia bangkit dari sofa, menjulang tinggi di atas keluarga yang sedang hancur itu.
"Aku tidak peduli kau punya pacar atau masih kelas tiga SMA. Kau punya satu hari untuk memutuskan. Menikah denganku, atau ayahmu masuk penjara dan semua asetmu akan kuserahkan ke bank. Aku hanya butuh ibu untuk kedua anakku." Ucap Arsen dingin dan tegas
"Kau tak boleh seenaknya!" Virly berteriak kesal.
"Pikirkan baik-baik. Waktu terus berjalan, Nona." Arsen melangkah Pergi.
Virly yang berusia 17 Tahun, siswi kelas tiga SMA yang ceria yang masih mendambakan kebebasan, mendadak harus berhadapan dengan takdir pahit yang mengancam keluarganya.
Sang ayah, yang terlilit utang besar pada bosnya, Arsen yang berusia 30-an, seorang duda dingin beranak dua, menjadikan Virly sebagai jaminan.
Di bawah ancaman penjara dan penyitaan seluruh aset keluarga, Virly terpaksa menerima pinangan sang duda. Ia harus segera menikah dan menjadi ibu bagi dua anak kecil, sekaligus menghadapi Arsen yang selalu bersikap dingin dan tidak peduli pada perasaannya.
Mampukah Virly bertahan dalam pernikahan tanpa cinta ini? Dan bisakah ia, yang masih labil, menjadi ibu yang sempurna bagi dua anak yang asing baginya?