Di balik kehidupan dan waktu yang terus berjalan, ada jiwa-jiwa yang tertinggal-terjebak dalam kesedihan, penyesalan, dan kehilangan yang belum sempat mereka terima sepenuhnya. Mereka bukan tokoh dalam kisah besar, hanya suara-suara sunyi yang berusaha bertahan di bawah langit yang tak lagi biru.
"Langit Abu-Abu" menghadirkan potongan-potongan kisah dari mereka yang hidup dalam kegetiran, mencoba mencari makna dalam perpisahan, merelakan yang tak bisa dimiliki, dan berdamai dengan luka yang tak terlihat. Cerita-cerita ini sederhana, namun menyentuh-seperti gerimis yang datang diam-diam, namun lama-lama basah juga.
Buku ini adalah tempat bernaung bagi mereka yang pernah merasa sendiri, yang tahu betapa beratnya melepaskan, dan yang diam-diam berharap langit suatu hari akan cerah kembali.
All Rights Reserved