RESONANCE

RESONANCE

  • WpView
    مقروء 59
  • WpVote
    صوت 24
  • WpPart
    فصول 1
WpMetadataReadللبالغينمستمرّة
WpMetadataNoticeآخر تحديث: أربعاء, يولـ ١٦, ٢٠٢٥
Cerai! Satu kata yang terucap dari bibir mungil Iselin, mengguncang dunia Rhaevan dalam sekejap. Bukan hanya sebuah akhir, tapi juga awal dari sesuatu yang lebih rumit. Iselin telah cukup lama bertahan. Perselingkuhan suaminya-dengan sahabatnya sendiri-bukan hanya menghancurkan rumah tangga, tapi juga mengikis sisa-sisa kepercayaan yang ia miliki terhadap cinta dan persahabatan. Namun hidup terus berjalan, dan luka pun perlahan berubah menjadi ruang untuk harapan. Di tengah reruntuhan hubungan masa lalu, hadir kembali sosok Mahaksha-sahabat masa kecil yang dulu pernah menjadi pelabuhan rasa yang tak pernah sempat berlabuh. Saat jarak di antara mereka mengecil, cinta pun tumbuh kembali. Tapi apakah cinta itu benar-benar sederhana? Karena bagi Iselin dan Maha, perasaan mereka tak hanya dibayangi masa lalu-tapi juga oleh ikatan yang lebih dalam dari sekadar sahabat. Masa kecil, rahasia yang lama terkubur, dan rasa bersalah yang tak mudah dilupakan, menjadi rintangan besar dalam kisah yang seharusnya membawa mereka menuju bahagia. Ketika cinta tumbuh dari luka, akankah ia menyembuhkan... atau justru menyayat lebih dalam?
جميع الحقوق محفوظة
انضم إلى أكبر مجتمع لرواية القصص في العالماحصل على توصيات قصص مخصّصة، احفظ قصصك المفضلة في مكتبتك، وقم بالتعليق والتصويت لتنمية مجتمعك.
رسم توضيحيّ

قد تعجبك أيضاً

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Salah Status
  • Kembang Desa (Hiatus)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

تفاصيل إضافية
WpActionLinkإرشادات المحتوى