Story cover for invisible string by themirrorarcher
invisible string
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Jul 16, 2025
"Gue mau lebih sering liat senja bareng lo. Sampai lo sendiri nggak bisa menghitung sudah kali ke berapa."
"Kenapa gue?"
"Karena lo yang gue mau, Ai."

....... 

"Kalau lo mau apa?"
"Gue mau melewati banyak hari ke depan sama lo."

....... 

Time, curious time
Gave me no compasses, gave me no signs
Were there clues I didn't see?
And isn't it just so pretty to think
All along there was some
Invisible string
Tying you to me?
𝒊𝒏𝒗𝒊𝒔𝒊𝒃𝒍𝒆 𝒔𝒕𝒓𝒊𝒏𝒈 / 𝑻𝒂𝒚𝒍𝒐𝒓 𝑺𝒘𝒊𝒇𝒕

Aiza, gadis kecil dengan tinggi badan hanya 154 cm adalah sosok yang tak sulit dikenali di antara barisan upacara-selalu di deret paling belakang sebelah kiri dan menjadi yang terpendek di kelasnya. Tapi Aiza tapi membiarkan tinggi badan membuatnya insecure begitu saja. Ia masih memiliki rambut panjangnya yang jatuh lembut hingga punggung yang menjadi kebanggaan.

Kehidupan masa SMA Aiza berjalan alakadarnya, sebelum dirinya terlihat dengan anak pindahan dari Tanggerang. Anak itu juga sekaligus sebagai teman SMP-nya yang tidak banyak orang tahu. Sehingga menyimpulkan bahwa dia adalah orang yang baru. Entah magis apa yang dipunya, anak itu mampu memporak-porandakan hari dan hati Aiza. 

Siapakah anak itu? Dan ulah apa yang dibuatnya sehingga Aiza ketar-ketir? 


𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪 𝘴𝘪𝘯𝘪. 𝘋𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪, 𝘵𝘶𝘮𝘣𝘶𝘩 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘵𝘪. 𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘮𝘢𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘭𝘢𝘮𝘢, 𝘴𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢.
All Rights Reserved
Sign up to add invisible string to your library and receive updates
or
#304bestseller
Content Guidelines
You may also like
Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.  by dreamniel_06
50 parts Ongoing
​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.
I'm Not Just a Figuran by izza21_b
72 parts Ongoing
WARNING!!! "IT'S SLOW BURN" Jadi wajar kalo alurnya lama, karena memang yaa.... disengaja gitu oke! Citra Angraini adalah seorang gadis remaja yang akhirnya meregang nyawa di usia muda. Sedari kecil Citra sudah harus bolak-balik ke rumah sakit karena penyakit yang dideritanya semenjak lahir, Citra sangat suka membaca, terutama novel. Namun siapa yang menyangka Citra yang gemar membaca novel berakhir menjadi salah satu tokoh figuran bernama Sherlyn pada sebuah novel yang terakhir kali dia baca sebelum kematiannya di dunia nyata. Mengetahui tokoh Sherlyn yang akhirnya meninggal pada pertengahan novel berhasil membuat Citra sangat terpukul hingga dia membulatkan tekadnya untuk mengubah nasib Sherlyn melalui perubahan-perubahan kecil yang akan Citra lakukan. ---><--- "Pada novel Sherlyn menolak pertunangan ini, apa yang akan terjadi jika aku melakukan yang sebaliknya?" "Aku harus melakukan perubahan agar nasib Sherlyn juga berubah." "Yang benar saja, di dunia sana Aku baru saja mati, aku tidak mau mengikuti alur cerita ini dan akhirnya aku akan mati pada pertengahan novel." "Siapa yang perduli dengan novel ini, Aku sudah pernah mati sekali dan aku lebih menyayangi hidupku dari apapun." "Sesekali menjadi egois tidaklah terlalu buruk bukan. Maaf Davin aku akan memanfaatkanmu sekali ini aja." . . "Sherlyn ikut gimana baiknya aja." Setelah terdiam selama beberapa saat Sherlyn akhirnya menyetujui usulan pertunangan tersebut. Bagaimana kelanjutan kehidupan Citra di dunia novel? Bagi yang penasaran mampir aja oke . . Rank #🥇 fiance #🥇 fyp #🥇 mostwanted #🥇 teen #🥇 bucin #🥇 geng #🥇 iceboy #🥇 isekai #🥇 figuran #🥇 tenfiction #🥇 sekolah #🥇 fiksipenggemar #🥇 antagonis #🥇 tunangan #🥇 school #🥇 fiksi #🥇 sahabat #🥇 fiksiremaja #🥇 protagonis #🥈 cuek #🥈 baper #🥈 romantis #🥉 fiksiumun #4 fantasi #5 transmigrasi #10 romance Start : 10/8/25 End : -
You may also like
Slide 1 of 10
The Time cover
Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.  cover
Tsundere Maniak Susu  cover
Blueprint Pelarian Villain cover
EVANESCENT  cover
GHAIKA (REVISI) cover
Transmigrasi Ziora cover
ATLANTIS 2: PANGLIMA cover
GRAVARENZO cover
I'm Not Just a Figuran cover

The Time

56 parts Ongoing

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.