Velvet Solace

Velvet Solace

  • WpView
    Leituras 6
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 1
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, ago 14, 2025
WpInfo
Fanfic
1Direction
Unplanned meetings are the most honest ones. They arrive without rehearsal, without masks. Yet no one ever teaches us what to do when a meeting like that is not meant to last. I am not certain where anything truly stands anymore. But perhaps that uncertainty is exactly what I have been searching for-a place without a name, without directions, without the obligation to arrive or to leave. A place where nothing demands permanence. Where we are allowed to exist without explanation. Maybe it never existed in the real world at all. Maybe it only lives in the mind- drifting, weightless, lingering between what was felt-and what was never meant to be held. Story by: Liliaceaees
Todos os Direitos Reservados
#4
solace
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Drama di Pintu Kosan
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • Mission
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • REGAN's Crazy Wife
  • Chana's Transmigrasi
  • BACKSTREET

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo