Suara Di Lantai 14

Suara Di Lantai 14

  • WpView
    LECTURAS 28
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, dic 27, 2025
Alya, mahasiswa rantau, pindah ke apartemen murah dekat kampus nya. apartemen itu hanya memiliki 13 lantai, namun setiap pukul 02.13,alya mendengar langkah kaki dan suara ketukan di atas unit nya. manajemen bersikeras tidak ada lantai 14. tapi Alya yakin ada sesuatu di atas kepalanya. dan semakin dia mencari tahu.. semakin dekat suara itu datang.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • TUMBAL PESANTREN
  • Hah!Dukun?
  • Sukma Lara

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido