Gulalove

Gulalove

  • WpView
    Reads 73
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 20, 2025
"Kita terlalu sering disalahpahami kalau kita itu pasangan, dan kenapa kita enggak buat itu jadi kenyataan aja?" -Farhan. ** Farzia dan Farhan dua manusia yang kerap kali dianggap berpacaran atau tengah menjalani hubungan karena terlalu sering berinteraksi tanpa canggung. Bahkan saling memberi dan saling menjaga satu sama lain yang membuat orang-orang salah paham. Padahal, itu semua murni interaksi mereka sebagai saudara angkat dan sahabat. Tidak ada romansa cinta di dalamnya. Namun, seiring berjalannya waktu, sebagai dua insan yang berbeda gender, perasaan 'berbeda' perlahan mulai muncul. Rasa cemburu dan ingin menjadi lebih sekadar saudara meluap, membuat keduanya menjadi canggung. Godaan dari teman-temannya tidak lagi menjadi sesuatu yang biasa saja, tetapi kini menjadi sesuatu yang ... luar biasa. Akankah status saudara angkat itu tetap bertahan, atau justru berubah menjadi status yang tidak pernah mereka sangka; pasangan? ** Sekuel dari Bekal In Love, sangat bisa untuk dibaca secara terpisah. Cerita ringan konflik dan penuh gula, sesuai judulnya 'Gulalove'. Dilarang plagiat, karena itu dosa. Jangan lupa vote, komen, dan follow. Dan, jangan lupa beribadah!
All Rights Reserved
#756
agama
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • Salah Status
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines