We Were Almost Love A Story

We Were Almost Love A Story

  • WpView
    Reads 189
  • WpVote
    Votes 130
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 5, 2025
Kita sempat saling menoleh, tapi tidak pernah benar-benar memilih untuk bertahan. Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak pernah benar-benar menjadi milikmu? Bagaimana jika semua kata yang tak terucap justru menyimpan makna paling dalam? Ini adalah kisah tentang dua jiwa yang saling menemukan, tapi kehilangan arah sebelum sempat menyebut itu takdir. Tentang rasa yang tumbuh diam-diam, berkembang tanpa janji, lalu menguap tanpa pamit. Dibingkai dalam potongan kenangan, metafora perasaan, dan kutipan yang menyayat, cerita ini tidak bicara tentang cinta yang dimenangkan, melainkan cinta yang tertinggal. Karena tidak semua cerita berakhir dengan pelukan, beberapa hanya meninggalkan bekas hangat di dada... dan diam yang terlalu bising untuk dilupakan. Cerita ini lahir dari luka penulis, dari potongan nyata yang pernah menggantung di antara 'kita'. Tentang seseorang yang datang membawa harapan, lalu pergi dengan diam yang tak pernah sempat ditanya. Ditulis dari sudut pandang pertama, penuh metafora perasaan dan kutipan yang menampar kenangan, cerita ini bukan sekadar fiksi-ini adalah sisa-sisa kisah yang nyaris menjadi cinta, tapi akhirnya hanya jadi cerita. Bukan tentang akhir bahagia, tapi tentang apa rasanya ketika cinta hanya berhenti di hampir.
All Rights Reserved
#711
ceritaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • EVANESCENT
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora

[FOLLOW SEBELUM MEMBACA] Gravarenzo Kairos Ferdezeus. Meski berwajah datar pemuda tampan yang menjabat sebagai Ketua geng DrakeZeus itu memiliki pembawaan yang tenang. Namun justru ketenangan itulah yang menjadi sumber ketakutan terbesar bagi banyak orang, membuat siapa pun berpikir dua kali untuk berani mengusiknya. Tapi tidak bagi perempuan yang satu ini. Alih-alih gentar untuk mendekat, ia justru menerobos. Meski sadar bahwa perasaan cintanya kerap berakhir dengan penolakan, ia tak pernah memilih untuk menyerah. Hingga akhirnya, sebuah kesempatan hadir, membuka awal baru yang tak pernah disangka oleh keduanya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines